Freelance Aja Bosan Karyawan!

Freelance Aja Bosan Karyawan - Ankayama

“Kak, salam kenal. Saya udah jadi karyawan selama 6 tahun, kerjanya gitu-gitu aja. Bosan. Sekarang terpanggil mau jadi freelancer tapi saya gak tau harus mulai dari mana dan skill apa yang harus saya punya, mohon bimbingannya ya Kak.” This is true story by someone who happened to slide into my DM. I’m speechless by the fact trend menjadi freelancer adalah jalan keluar buat yang udah bosan jadi karyawan.

Resonate much?

Freelancer atau pekerja lepas adalah orang yang bekerja tanpa terikat pada satu perusahaan atau satu jenis pekerjaan tertentu. Namanya aja pekerja lepas berarti tidak ada ikatan kontrak kerja permanen pada perusahaan tertentu.

Jaman sekarang freelance sering dianggap “status” sehingga banyak yang menjadikannya pekerjaan idaman. Kok bisa? Iya dong, kerjanya kan bebas. Bebas bangun jam berapa aja, gak usah pusing sama KPI atau target, gak punya boss, gak ada persaingan antar divisi, no drama. Liat aja influencer, youtuber, blogger, beauty reviewer, kerjanya enak banget kan cuma pamer free stuff dari brand di social media tapi dibayar. Idaman banget gak sih?

Oh I wish I could be one! — they said. 

Dulu, jauh sebelum banting setir menjadi full time freelancer, aku menanggap pekerjaan freelance itu identik dengan kerja serabutan, kerjaan apa aja diambil asal ada uangnya, pekerjaan yang dianggap sebelah mata oleh masyarakat karena kerjanya pasif menunggu “calling-an”, dan pendapatan mengikuti offer dari company, kalo menawar lebih dianggap kurang pantas, bisa dikatakan paling gak punya standard pendapatan atau fee yang jelas. Skill? Bisa geser ke nomor dua asal available to work 8 hours maybe more, gak bawel soal terms & conditions, fleksibel sama pembayaran yang sering tidak sesuai jadwal. Kalo sanggup maka company akan dengan senang hati menghire kamu sebagai freelance.

Well, setelah hampir 4 tahun jadi freelancer aku ikut gemes sendiri nulis paragraph di atas. Karena freelance bukan sekedar gaya hidup atau pekerjaan yang menunggu pengasihan orang. It is something you EARN with HARD WORK and so much SKILL and EXCELLENT WORKMANSHIP. Bukan juga berarti pekerjaan freelance adalah exclusive dan super sulit, but you do need A WHY you want to do this.

Pastinya DM di atas berakhir dengan usahaku memberi pengertian bahwa pekerjaan freelance bukan pelarian karena bosan jadi karyawan. Jadi freelance bukan berarti uang datang sendiri ke pelukanmu tanpa usaha dan tujuan. Freelance juga pekerjaan yang menuntut kejelasan apa yang mau kamu lakukan dalam hidup sama seperti jadi karyawan, atau entrepreneur. Or else kamu akan dengar banyak alasan gagal sebagai freelancer, dan ribuan alasan kenyamanan karena kepastian jadi karyawan tetap.

So, mau jadi karyawan, freelancer, atau entrepreuner sekalipun gak ada yang salah. Ketiganya memiliki kebaikan dan tantangan masing-masing.

The question is: How much do you want to reach your life goals?

Do you have life-goals?

Thus, inspires me to write Freelance 101 based on my freelancing life experience. I hope you enjoy the series.

X

Anya

Start the discussion

Leave a Reply